Wednesday, July 2, 2014

19th Birthday #4

Postingan telat #2

Hari ini hari Jum'at, 23 Mei 2014. Ya seperti biasa, melakoni apapun yang harus diselesaikan. Kuliah, MM, lalala yeyeye gitu. Tidak ada yang terlalu spesial di hari itu. Sudah terlalu lelah...
Maghrib-maghrib gitu aku udah di rumah, mencoba mengisitirahatkan badan yang sudah meminta-minta untuk diletakkan sebentar. Lalu jam 8an gitu tiba-tiba ada yang buka pintu padahal posisi tidurku lagi gak well banget. Ternyata ada Dea, Isma dan Nisa! Teman-teman kesayangan dari jaman SMP sampe sekarang dan semoga sampe seterusnya :)) Aih, gak bisa deskripsi banyak-banyak kalo tentang apa yang mereka lakukan. Karena apa yang mereka lakukan selama 6 tahun ini selalu bikin ulangtahunku semakin indah. 6 tahun? Berarti udah dari umur 14 tahun? Lama juga ya ternyata. Gak nyangka dan gak kerasa :' Walaupun mungkin untuk tahun ini ada yang terasa kurang tapi aku seneng dengan kedatangan mereka. Terimakasih, Dikan!

Ini kue bakso nya :3

Ini ucapannya! Terimakasih, dikan :)

19th Birthday #3

Postingannya sih emang telat, telat banget
Tapi disini aku mau cerita aja kok, gimana bahagianya aku di hari jadiku yang ke 19 :))

Well, setelah dikerjain habis-habisan sama "friends for benefit"-ku di kampus. Aku balik ke rumah dengan keadaan motor yang.... bisa dibilang menjijikkan tapi kece B) Sesampainya di rumah karena aku merasa kotor, aku mandi dan sholat isya. Sekitar jam setengah 10an mata udah berat banget dan udah pengen tidur aja rasanya. Akhirnya aku memilih tidur-tiduran di kasur. Tiba-tiba denger suara pintu diketuk-ketuk dan dilengkapi dengan salamnya. "Sepertinya aku tahu itu suara siapa..." Waktu dibukakan pintu, si tamu bertanya "Azizah nya ada tante?" Spontan aku keluar dan ternyata ada Cik Malin di depan pintu. Tapi dia sendirian, bener-bener sendirian. Aku nanya mana yang lainnya gak dijawab, malah disuruh ikut dia. Yaudah akhirnya aku ganti baju dan pamit bapak ibu. Pas di luar rumah, mataku udah ditutup pake slayer dan tanganku juga diiket trus disuruh mbonceng Malin. Entah aku mau dibawa kemana tapi ya aku ngikut-ngikut aja.
"Cik, ini mau kemana?"
"Udah, diem aja ntar nyampe kok."
Ya, tapi kemana?"
"Udah diem ajaaa..."
Akhirnya setelah beberapa menit di perjalanan, aku diberhentikan di suatu tempat yang gak tau itu tempat apa. Mana banyak suara knalpot alay gitu. Jangan-jangan aku dibawa ke tempat balap liar?" *bagian ini terlalu alay* Terus aku diputer-puterin gak jelas kemana. Berhenti, jalan, berhenti, jalan. Ya kayak gak jelas gitu mau diapain dan dibawa kemana -_- Akhirnya motor bener-bener berhenti dan aku disuruh turun dari motor tapi gak boleh jalan. Oke, aku diem. Terus disuruh jalan dengan kondisi mata masih tertutup slayer gitu. Dengan langkah gontai karena ngantuk berat aku jalan mencari sumber suara. Eh tetiba di tempatnya ada Faiz, Ade sama Rini bawa mercon atau kembang api ya pokoknya sejenis itulah yang warnanya bisa gonta ganti gitu. Lucuuu :3 Terus aku dikasih kue terang bulan dan dikasih lilin-lilin tapi lilinnya bukan lilin ultah malah kayak lilin buat ng*p*t. Mana ditiup gak mati-mati lagi. Oh ternyata aku lagi di lapangan Denggung :)) Terus ngobrol-ngobrol cantik dulu sambil ngantuk-ngantuk dan diakhiri dengan sesi foto-foto sok unyu tapi kalo akunya emang unyu *abaikan*...

Ini salah satu hasil selfie kami :3 Ade sok unyu -_-

Terimakasih power rangers buat penutup kebahagiannya hari ini :)

Tuesday, June 24, 2014

"Yaa Allaah, jadikanlah aku pribadi yang semakin baik dan semakin baik lagi untuk kedepannya, jadikanlah aku pribadi yang tidak banyak merepotkan orang lain, jadikanlah aku pribadi yang semakin dipuji semakin tunduk hatinya kepada-Mu, jadikanlah aku pribadi yang lebih dewasa lagi dalam mengambil segala keputusan, jadikanlah aku pribadi yang selalu mengingat-Mu dalam setiap langkahku, jadikanlah aku hamba-Mu yang bertaqwa, dan semoga aku dapat istiqomah dalam setiap langkahku untuk mendekatkan diriku pada-Mu Yaa Allaah. Aamiin yaa Rabbal 'alamiin..."

Sunday, May 25, 2014

19th Birthday #2

Alhamdulillaah, terimakasih ya Allaah atas segala nikmat ya Engkau berikan kepadaku hingga aku bisa mencapai titik ini.
Aku adalah salah satu mahasiswa tahun pertama. Kata orang, kuliah itu orangnya individualis dan banyak yang mementingkan dirinya sendiri dibandingkan orang lain. Dulu, awal masuk kuliah aku sempat percaya kata-kata itu. Aku merasa sendiri dan mereka sudah mempunyai teman masing-masing yang satu sma. Sedangkan aku, temen sma ku yang masuk di jurusan yang sama cuma 2 orang dan cowok semua. Aku merasa minder, takut gak punya temen.
Tapi ternyata setelah menjalani kehidupan kampus selama beberapa bulan, aku mendapatkan beberapa teman yang klop dan klik. Semakin kesini semakin banyak yang bisa klop dan bisa diajakin curhat.
Tanggal 22 Mei 2014, usiaku genap 19 tahun. Paginya, aku ke kampus dengan motorku lalu aku memarkirkan motorku di tempat biasa. Tidak dikunci stang juga seperti biasa. Semua terasa biasa aja, gak ada yang spesial.
Aku kuliah jam 1 siang, ternyata dosennya gak dateng padahal kuliah cuma 2 sks itu -_- Lalu aku memlilih mengurusi laporan resmi bersama partnerku, Farida. Hectic banget waktu itu, mondar mandir kampus booksland kampus. Tapi waktu mau konsul ke pak Bayu, bapaknya pulang. Alhasil ngurusin lapresnya besok aja.
Karena males pulang, aku memilih ikut MM. Itu kayak pembacaan LPJ KM selama setahun kepengurusan gitu. Aku niatnya ikut 1 sesi sampe maghrib gitu. Akhirnya maghrib aku putuskan untuk pulang.
Aku ke parkiran motor yang aku rasa sih aku memarkir motorku disitu. Sampai di tempatnya aku udah gak liat lagi motorku. "MOTORKU DIMANA?" rasanya pengen teriak kayak gitu tapi malu. Akhirnya aku balik ke kampus, nanya Farida motorku dimana. Dia bilang gak tau. Mana pake nyalah-nyalahin gara-gara gak aku kunci stang. Yakali kalo dikunci stang kasian pengguna tempat parkir yang lain -_- Akhirnya aku sholat maghrib. Menenangkan batin.
Aku balik lagi ke kampus, ketemu Tiwi. Dia juga bilang gak tau dimana motorku. Ah udah rasanya mau nangis mau ketawa mau banyak lah pokoknya. Akhirnya aku keliling teknik buat nyari, hasilnya nihil.
Setelah itu aku balik lagi ke kampus, teman-teman yang lain menyarankan aku untuk mencari motorku di parkiran belakang kampus. Ternyata...... motorku udah jadi begini



Oke fine! Ini gimana coba bersihinnya -_- Akhirnya aku bersihin sendiri dan gak boleh nyampe bersih -_- Karena hape sama tasku disita aku disuruh muterin kpft pake motor itu sendirian. Paraaaah, semua mata di kpft tertuju padaku saat itu. Akhirnya aku diperbolehkan pulang dengan syarat atribut motorku dilarang dicopot sampe rumah.

Tapi aku seneng banget kok, aku yakin mereka melakukan ini karena sayang sama aku :) Terimakasih kesayangan aku! Ira, Gema, Tiwi cempreng, Tiwi kecil, Nabila, Galuh, Dea, Farida, Andani, Mbak Icha, Sita, Pram :D Kita keluarga kaaaan? Friends for benefit dong yaaa!

Katanya sih kuliah orangnya individualis, tapi aku tidak merasakannya kok. Aku punya banyak temen yang sayang sama aku :)

19th Birthday #1

Selamat tanggal 22 Mei!
Terimakasih untuk semua yang udah ngucapin selamat untuk hari ini ke aku. Aku sayang kalian semua :)
Well, special thanks untuk salah satu sahabatku, sahabat sebangku ketika SMA. Intan Fitri Ardinasari yang udah ngepost tentang "kita" di tumblr nya. Aku terharu sekali :'


Ini postingan Intan di blognya, untuk lengkapnya bisa baca di http://intanfards.tumblr.com/post/86487269860/selamat-ulang-tahun-sahabat-sebangku#notes

Makasih ya Tun buat postingan spesialnya! Semoga kita gak pernah lupa satu sama lain buat kedepannya. Ijah sayang Intun :D

Saturday, May 24, 2014

Untuk Mereka yang Dilanda Kegalauan SNMPTN

"Gimana perasaanmu ketika teman-temanmu dinyatakan lolos snmptn sedangkan kamu tidak?"
"Gimana perasaanmu harus mendapati kenyataan itu setelah kamu berjuang mati-matian dari kelas 10 sampe kelas 12 buat mempertahankan nilai-nilaimu?"
"Gimana perasaanmu melihat raut kekecewaan dari orang-orang yang berharap banyak denganmu?"


Postingan ini dibuat bukan untuk menggurui, disini aku sebagai penulis hanya ingin berbagi pengalaman yang dulu sempat membuat aku jatuh se jatuh-jatuhnya.


Senin, 27 Mei 2013. Hari ini isunya sih pengumuman snmptn. Jujur, aku antara yakin dan yakin. Keyakinanku bulat sebenarnya, tapi aku memang orang yang khawatirnya tinggi dan mudah kecewa juga. Jadi perasaan deg-degannya tidak terkontrol. Bener-bener takut. Tapi aku beruntung punya orangtua yang selalu support aku dan aku punya teman seperjuangan yang mau menenangkanku. Akhirnya pagi itu aku dan temanku main ke gembiraloka, sekedar me-refresh otak karena kami berdua sama-sama menunggu pengumuman tersebut.
Pada snmptn, aku memilih satu jurusan, teknik kimia di ptn yang memang peringkatnya sedikit di bawah tempatku kuliah sekarang. Sebenernya, banyak pihak yang menyayangkan keputusan singkatku ini. Kenapa bisa dibilang singkat? Karena sebenarnya pilihanku ini hanya sebagai pelarian dari keinginan kedua orangtuaku yang sangat berbanding terbalik. Ayahku, beliau ingin aku merantau agar aku tau bagaimana rasanya hidup sendiri, agar aku lebih mandiri. Sementara ibuku menginginkan aku untuk tetap stay di jogja agar tidak terlalu jauh dari orangtuaku. Jadi, aku ambil keputusan untuk mengambil salah satu ptn di jawa tengah. Agar tidak ada salah satu pihak yang merasa tidak didengar pendapatnya.
Pagi sampai sekitar jam 3 sore, aku jalan-jalan di gembiraloka. Disana aku menceritakan seluruh keluh kesahku kepada seorang temanku ini. Dia memang salah satu temanku yang selalu mau mendengarkan ceritaku. Kami saling curhat dan akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing untuk membuka pengumuman tersebut.
Jam 15.50, rasanya semua mau copot. Lemes se lemes-lemesnya. Kuberanikan diri untuk melangkah ke salah satu warnet deket rumah, sendirian. Tapi sebelumnya minta do'a sama Allaah dan bapak ibu biar semuanya berkah dan diberikan yang terbaik. Aku beranikan diri untuk mulai membuka sosial media. Sudah ramai kawan-kawanku yang mengalami perasaan yang sama denganku.
Jam 16.00, aku beranikan diri untuk membuka website tersebut. Dan apa yang aku dapat? Kekecewaan! Aku dinyatakan tidak lolos dalam penerimaan jalur snmptn! Sementara itu di sosial media, banyak sekali teman-temanku mengucapkan syukur atas keberhasilan mereka. Jujur, aku benci sekali dengan mereka saat itu. Aku yang merasa jauh lebih pantas dibandingkan mereka yang lolos malah harus menerima kenyataan pahit itu. Mungkin aku terlalu kalut, kecewa dan jatuh sehingga setan mudah merasuki pikiranku hingga aku mulai mencaci mereka yang bernasib jauh lebih baik dari aku. Aku pulang dengan rasa kecewa, jatuh, sedih, kalut, bingung, dan seabrek perasaan jelek yang bikin aku gak bisa mikir apa-apa lagi.
Sesampainya di rumah aku menangis se jadi-jadinya. Ayah ibuku tau kalau anaknya sedang jatuh, jatuh terpuruk. Ditambah teman seperjuanganku itu dinyatakan lolos snmptn. Aku semakin terpuruk. Ah, banyak kata "seandainya" yang keluar dari mulutku. Sangat-sangat kecewa! Postingan semacam yang aku buat sekarang pun tidak bisa menguatkan hati dan perasaanku.

Tanggal 17 Juni akan diadakan ujian sbmptn. Berarti, aku hanya memiliki waktu 3 minggu untuk memperbaiki semuanya. Memperbaiki mood dan menghilangkan rasa kecewa itu menjadi semangat yang berapi-api. "Pokoknya, aku harus masuk ptn!" gumamku saat itu.
Aku mencoba belajar dengan jauh lebih giat, aku bersyukur karena punya banyak pendukung saat itu. Aku mencoba menghilangkan pikiran-pikiran negatif dan berpikir visioner.
Saat akan mendaftar sbmptn, aku, bapak dan ibuku mencoba berpikir lebih terbuka satu sama lain. Mencoba merundingkannya bersama-sama karena aku takut kejadiannya akan sama seperti snmptn jika aku membuat keputusan sendiri. Tidak berkah, katanya.
Akhirnya, aku mendaftarkan sbmptn dan memilih 3 ptn dengan prodi yang sama. Aku tidak mau lagi memilih ptn yang aku pilih di snmptn. Aku merasa ptn itu sudah bukan untukku lagi. Aku sebenernya juga tidak terlalu mantep ketika memilih snmptn itu jadi aku gak berani ambil resiko dengan kemungkinan masuk yang jauh lebih sedikit dibandingkan ketika snmptn.
Sbmptn akhirnya terlewati, jujur aku sedikit pesimis dengan pekerjaanku. Ditambah aku memang tidak terlalu jago di salah satu bidang yang diujikan, aku takut nilaiku jatuh gara-gara itu. Tapi orang-orang yang mendukungku selalu menguatkanku dan meyakinkan hatiku.

8 Juli 2013, pengumuman sbmptn! Aku mual-se mual mualnya. Jujur aku jauh lebih tidak siap untuk menerima kenyataan dibandingkan ketika snmptn. Aku jauh lebih pesimis dibandingkan snmptn. "Bagaimana kalo aku tidak diterima lagi? Apakah aku se bodoh itu? Tapi kan saingannya emang banyak dan pinter-pinter! Tapi....." Ah, terlalu banyak kata-kata pesimis yang merasuki otakku saat itu.
Orangtuaku tidak mau melihatku terlalu takut, akhirnya aku diajak jalan-jalan. Sekedar untuk me-refresh otak lagi karena aku terlihat begitu takut. Sebenarnya, aku hanya takut mengecewakan kedua orangtuaku. Tapi, mereka selalu mencoba menguatkanku dengan mengatakan "anggap ini bonus, bapak sama ibu gak pernah nuntut kamu apa-apa kok. yang penting usaha dan do'amu udah kuat. bismillaah aja..."
16.30 aku sampai di rumah, pengumuman sbmptn akan dibuka pukul 17.00. Aku sholat ashar setelah itu aku mencoba berdo'a agar diberi kekuatan. Ayahku menyuruhku untuk membaca Al-Qur'an sekedar untuk menenangkan hati.
17.15 aku, ayah dan ibu sudah berada di kamarku. Kami membuka pengumuman menggunakan hp. Aku gemeteran, aku takut tidak bisa menerima kenyataan. Akhirnya aku beranikan diri dan alhamdulillaah, allahuakbaar. Allaah mengganti kerja kerasku dengan kata-kata "selamat, anda dinyatakan lolos sbmptn" di bawahnya ada kolom dimana aku diterima. Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada. Tempat yang jujur sebelumnya tidak pernah terbayang untuk menjadi bagian di dalamnya.

Disini, aku cuma mau bilang kalau kadang pilihan yang sudah kita anggap adalah jalan terbaik justru bukan yang terbaik di mata Allaah SWT. Allaah punya jawaban yang jauh lebih baik di waktu yang lebih tepat pula. Dan urusan penerimaan mahasiswa ini kadang dirasa ganjil atau aneh atau apapun itu yang sebenarnya hanya menjadi luapan kekecewaan orang-orang seperti saya yang harus menerima kekecewaan itu. Apalagi jalur undangan dimana tidak pernah ada transparasi data dan kriteria penilaiannya, pasti banyak yang berprasangka buruk dengan sistem tersebut. Buat temen-temen, jangan dihujat sistem undangan tersebut. Ya, aku tau rasanya gak diterima. Sakit banget nget nget. Jatuh banget dan gak tau harus gimana lagi. Tapi setelah kita menikmati alur yang Allaah berikan kepada kita semua itu akan terasa lebih lega. Karena Allaah selalu punya jalan terbaik bagi hamba-Nya yang mau berjuang dan berdo'a. Ingat, sukses selalu berada di tangan yang penuh peluh dan pengorbanan serta janji Allaah selalu tepat. Bismillaah mantapkan hati, kuatkan hati dan selalu ingat Allaah di setiap perjalanan hidup kita.

Aku yakin sih postingan ini tidak akan bisa menguatkan teman-teman yang pesimis ketika mendapat kenyataan buruk di snmptn. Disini niatku hanya berbagi aja :)

Monday, May 5, 2014

Selamat Bulan Mei :D

Cie, selamat bulan mei yaa bagi yang merayakan apapun di bulan ini :)
Well, bulan Mei itu selalu punya cerita tersendiri di setiap tahunnya. Bulan dimana banyak acara yang harus diselesaikan, banyak hal yang harus dilakukan, banyak materi yang harus dikejar karena sudah mendekati ujian akhir, bulan dimana tahun kemarin banyak pertumpahan air mata karena sistem penerimaan mahasiswa baru, dan kebahagiaan dengan haru biru di setiap tanggal itu :)
Aku mungkin bukan tipe orang yang selalu menunggu-nunggu kedatangan suatu tanggal atau suatu bulan atau suatu tahun *tunggu jodoh aja boleh kali yee*. Yang jelas, di setiap pergantian tahun, bulan, hari, bahkan jam, akan selalu ada secercah harapan baru untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi :)
Aku selalu suka bulan Mei. Bulan yang bisa mempersatukan aku dengan teman-teman yang sekarang sudah sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Aku suka bulan Mei, karena Tuhan telah menciptakan seorang "aku" pada bulan Mei :)


Welcome, May.
Please be a nice, memorable and sweet month
God, please give us toughness and happiness in this month :)