Wednesday, April 1, 2015

Tahu Diri?

Aku menemukan sosoknya yang baru. Ya, di dalam tubuh yang baru juga. Hai kamu, apakah kamu pernah mengenal sosoknya yang sempat membuat aku terhenti sejenak dalam naungan kebahagiaan saat bersamanya? Percayakah kamu bahwa kehadiranmu bukan hanya sebatas membuatku lupa tetapi akhirnya melupa?

Ah, tapi aku tahu diri kok. Aku hanya sebatas mengagumimu. Tidak lebih, tidak kurang. Walaupun aku sempat khawatir dengan rasa ini, tapi aku mencoba menyadarkan aku.

Tidak, aku sadar kamu bukan dia yang pernah menerima titik lemahku. Kamu tetaplah kamu walaupun kamu dan dirinya serupa, tapi kalian tetaplah individu yang berbeda. Aku yang memaksakan kehendakku untuk membuat kalian terlihat sama. Hal konyol yang tidak perlu untuk aku lakukan.

Iya, aku tahu diri kok.

Wednesday, March 25, 2015

Aku tak sempat berfikir resiko apa yang harus aku tanggung. Aku mencoba hal yang baru. Terlalu baru, mungkin. Dan mungkin aku terlalu dini untuk mengambil keputusan ini. Keputusan yang tidaklah berat, tetapi sedikit berpengaruh dalam kehidupanku. Keputusan yang berada pada tekanan dari lingkungan sekitar. Karena aku sudah dalam keadaan jenuh dengan tekanan tersebut.
Terlalu bodoh? Tidak. Aku hanya mencoba. Salahkah? Ya, kesalahan ada pada hal baru yang aku paksakan. Tapi aku sudah terlanjur. Mau dikata apa? Mencoba memperbaiki tapi bekasnya masih ada.
Maafkan egoku, dia yang membuat semua harus merasakan ini.
Tapi, terimakasih harapku, walaupun kau sempat menjatuhkanku tapi kau berhasil menaruhku dalam kesempatan baru.

Wednesday, February 18, 2015

Part of us, differencies

Selamat malam, hai inspirasi.
Malam ini indah bukan? Ya, indah seperti hari-hari biasanya, terutama saat bersamamu.
Tetapi hari ini ada yang berbeda. Hari dimana aku mulai memutuskan sesuatu. Mungkin bukan keputusan yang besar, tetapi aku yakin keputusan ini akan merubah gaya kita, gaya kebersamaan kita selama ini.
Selama mengenalmu, aku tidak pernah berpikir untuk menempatkanmu di kotak yang besar dalam ruang pikirku. Karena aku tahu kita berbeda. Sejujurnya, dari awal pun aku ragu. Tapi kau meyakinkanku. Haruskah aku berterimakasih akan hal itu?
Dan ketakutanku terbukti. Bagaimana bisa kamu menciptakan rasa itu? Rasa yang sangat tidak ingin aku miliki. Membencimu? Itu tidak mungkin karena aku sudah terperangkap dalam rasa nyaman.
Menjadikanmu sebagianku adalah hal yang tidak mungkin aku lakukan karena sekali lagi aku tahu kita berbeda. Aku tidak mau terlalu naif untuk mendobrak pintu perbedaan kita. Jangankan mendobrak, mengetuk dan melangkah sejengkal pun aku tak mau. Maafkan aku yang terkesan tidak menghargai rasa ini. Tapi ini soal prinsip dan aku tahu kamu pun tahu.
Bagiku, perbedaan yang kita miliki tercipta agar kita saling menghargai tapi bukan untuk dipersatukan. Aku percaya suatu saat kita akan memiliki titik akhir yang sama, aku dan kamu tetap akan menjadi tokoh utama dari cerita ini walaupun akan ada pemeran pengganti yang sudah Tuhan buat jalan ceritanya untuk masing-masing dari kita.

Tuesday, February 3, 2015

Vacation?

Dalam suatu akun instagram, saya pernah mendapati foto atau meme yang bertuliskan "my goal is to build a life I don't need a vacation from".

Tau artinya? Kalau dari caption foto itu sih terkesan "menyalahkan" orang-orang yang ketika bekerja lalu berkata "need an escape" dan orang-orang yang kembali bekerja setelah berlibur lalu berkata "back to reality". Pada caption itu juga mengatakan bahwa orang-orang tersebut bekerja pada hal yang tidak sesuai dengan passion nya. Well, saya punya pandangan tersendiri tentang hal itu.

Saya menyukai liburan, sangat menyukai hal tersebut. Saya anak kuliah. Saya juga merasa saya kuliah di jurusan yang mungkin sesuai dengan passion saya. Tapi setiap orang selalu ingin memiliki waktu untuk keluar dari rutinitas kehidupannya. Seperti saya contohnya, kehidupan saya adalah bangun-kuliah-tugas-rapat-tidur-bangun lagi dan begitulah seterusnya sampai pusing. Rutinitas saya pun saya lalui dengan bahagia (yakin?). Namun ada kalanya saya juga ingin keluar dari rutinitas saya sejenak untuk merefresh kembali otak saya, karena ketika kita memforsir otak, badan, pikiran kita dalam tuntutan rutinitas itu tanpa merefresh lagi hasil dari rutinitas tersebut tidak akan maksimal. Maka dari itu mengapa kita memiliki hari libur, karena kita juga butuh keluar dari rutinitas kita dan menggunakan waktu liburan kita untuk melakukan hal-hal yang pada hari biasa kita tidak dapat melakukannya.

Well, for me vacation is needed. So, manage our time to give a few times to have a vacation.

Thursday, January 8, 2015

3rd Semester!!

Wuwuwuw, it’s officially over guys!
A semester that put me on my highest level of scared because many seniors say this semester is one of ‘lingkaran setan tekim’.
A semester that has many deadline on it!
A semester that teach me not to be a procastinator.
A semester that has the same love story as before *since I declared myself as a single happy* mumumu :3
A semester that has many difficult subjects and I don’t know how to stand by them.
A semester that force me to become stronger and forget about the past.
A semester that force me to study harder, even I only study on a few minutes before the exam *deadliner detected*
Thanks for 3rd semester! Now, what I can do is just pray to God for the best score while enjoy my holiday :))

Thursday, December 25, 2014

Goyang Oplosan

*setelah menulis judul postingan ini baru sadar aku punya nama perkumpulan bersama teman-teman yang agak aneh-aneh. Ada dikan, power rangers, sekarang goyang oplosan. Yowes lah yo rapopo*

Hai, selamat pagi!
Postingan ini sebenernya gak ada maksud apa-apa. Ya cuma karena pengen posting aja :)

Goyang Oplosan? Apa itu?
Kalau orang awam sih pasti tahunya goyang oplosan adalah sebuah judul lagu dangdut yang hitz banget di era 2013-an dan lekat sekali dengan suatu program acara di sebuah stasiun tv yang sekarang sudah tidak tayang lagi.

Tapi, bagiku, aku punya arti tersendiri dengan nama itu.

1. Farida Arisa
Siapa dia? Ya, salah satu dari kami. Si arek malang yang sebenernya asli kepanjen dan sangat membangga-banggakan tanah air kepanjennya itu adalah manusia yang tenaganya ekstra tumpeh-tumpeh karena walaupun dengan segudang aktivitasnya di kampus, di SS, di lapangan, di kosan, dan dimanapun dia berada, dia selalu bisa maksimal dengan apa yang memang sedang ia kerjakan. Salut lah ya sama dia. Tapi kalau udah ngejek sakpenake banget, apalagi soal mantan. Ya maaf lho ya doy yang masa jomblonya udah mau habis dan bakal dapet julukan "budhe" :)) Ohiya, manusia ini juga super sekali di kampus, terbukti dengan IPK nya yang sampe sekarang masih bulet 4,00 dan aktif juga di KM. Gaul gauuul *semoga dia gak baca ben ra Ge-eR ._.

2. Nabila Noor Afifah
Ayu sih, tapi pego. Apa itu pego? Coba cari di kamus mungkin nemu, tapi gak njamin sih. Ini juga arek malang yang alay banget. Gak tau kenapa aku punya dua temen dari malang yang alay semua :') Gampang galau. Iya, apalagi akhir-akhir ini semenjak bernasib sama denganku *peluk si badan besar*. Jago banget deh kalau udah disuruh main gitar sama nyanyi. Pinter juga sebenernya, cuma suka gak pede sama kemampuannya. Tingkahnya juga masih macam bocah 10 tahun yang baru liat dunia. Gak ngerti lagi deh sama orang yang satu ini.

3. Ira Syofyana
Anak Pekanbaru yang nyasar kesini. Rajin banget lah yaa. Gebetannya banyak #eh hahaha. Oke banget dia kalau urusan gaet menggaet hati nya masnya #ea. Tapi jangan salah, kalau di lapangan voli jangan ada yang berani sama dia, udah dewa banget lah ya volinya. Soal dunia perkuliahan dia juga oke banget. Entah kapan bisa serajin dia *meratapi kemalasan sendiri*. Kalau pas nulis dia gak sopan, tangan kiri terus yang dipakai.

4. Dea Sotyania L
Aku lupa L nya ki opo. Liputanmasri opo Liputansiang? Ini anak klaten yang lakik banget pokoknya. Sama pego nya sama Nabila tapi lebih dewasa Dea pegonya. Kalau ngakak gak jelas banget. Kosannya dulu sering dipakai basecamp ((BASECAMP)) soale gede banget tapi hanya beberapa yang diizinkan masuk kamarnya karena yaa you know what lah kalau aku bilang dia lakik berarti artinya apa :)) Doyan touring, iya touring jogja-klaten. Kelihatannya biasa tapi aslinya luar biasa *ambigu*. Doyan edit-edit foto orang, doyan banget -_-

5. Sita Swadesti Asnan Putri
Wuss aku hapal to Tong nama lengkapmu~ Aku paling suka kalau ke kosannya soalnya makanannya banyak dan dia pasti gak mau makan terus tak makan sampai habis wuwuwuw. Anak magelang yang sekarang udah dibawain motor njuk udah punya sim jadi berani bawa motor jogja-magelang. Udah emak-able banget lah si Tongki ini. Masak oke, beres-beres oke, cuci-cuci oke, pokoknya yang butuh dirapiin kamarnya bisa panggil dia, tapi kalau ngerapiin hati beda cerita ya :)) Punya suatu kegalauan yang gak perlu dibahas disini hahaha tapi yang jelas setiap karaokean soundtrack of the whole of her day selalu diputer dan dinyanyikan dengan khidmat oleh kita. Semangat ye Tong :)

6. Annisa Fakhriya Rofi
Emak dari segala emak yang pernah ada. Emak-emaknya ngalahin Sitong kalau soal rempongnya. Mbak Icha ini sebenernya udah tua tapi bergaya ala anak muda seperti kita-kita. Kenapa dipanggil mbak? Soale tuaaaa. Boyoknya gampang rapuh, tapi hatinya enggak... Iyalah gimana mau rapuh orang udah ada si mas yang pipinya sama kayak mbak Icha #eh *maafkan saya mas Ihsan*. Jago lah kalau disuruh nge-pump. Oiya, mbak Icha ini lulusan AFS yang pernah exchange di negara yang jauh disana dan oke banget lah pengalaman hidupnya disana. Salut lah.

7. Galuh Amalia Agata
Anak Bontang! Yang katanya kalau mau ke sekolah harus menempuh perjalanan selama tiga jam dan nyebrang sungai yang ada buayanya *ora ding aku ngapusi*. Ini juga satu emak lain di antara kita, doyan masak-masak gituu. Tapi pelor huahaha. Sering banget mergokin Galuh kalau lagi kuliah tiba-tiba tidur. Beberapa kali gak kuliah karena ketiduran juga -_- Sekarang udah punya patjar dan gak perlu LDR-an jog-sem kayak dulu #eh. Langgeng aja deh ya pokoknya :)

8. Gema Linsa Sibarani
Gadis manis asal Duri berdarah Batak ini cantik-cantik tapi yaaa gitu deh hahaha. Fansnya banyak tapi hatinya udah tertambat sama si Abang Ganteng. Dulu sering banget ke kosan dia soalnya enak buat tidur, pernah juga aku ditinggal tidur sama Ira di kamarnya terus dia pergi basket. Ohiya, Gema ini jago juga soal basket. Keren dah. Gema gembrut ini sering juga menggema seperti namanya. Gerot semangat yaa, jangan gampang kepikiran, let it flow and let God do the rest aja Gem :))

9. Pratiwi Cahyaningsih
Mendies bantul hahaha. Anak Bantul yang setiap mau kuliah harus menempuh perjalanan dan membelah dua kabupaten dan satu kotamadya ini pembalap profesional. Terbukti kalau udah malem dia dari kampus ke rumah cuma memakan waktu sekitar 15-20 menit. Padahal rumahnya di Jalan Paris KM 14. Ketauan kan gimana profesional nya dia? Tulisannya rapiiii banget dah. Kecil-kecil gitu. Soal olahraga? Semua habis lah dimakan sama dia dari basket yang emang udah jago banget, voli, futsal, atletik, semuanya lah pokoknya. Tipe idamannya adalah yang gede-gede keker atletis gitu pokoknya. Kepiting bikinan bapaknya dan miedes adalah makanan kebanggaannya.

10. Wijdan Pratiwi K.R.
Anak paling kecil diantara kita. Bukan masalah umur ya, tapi badannya karena dari sekian orang yang udah aku sebutin sebelumnya adalah orang yang besar-besar dan sering galau masalah gimana nurunin berat badan kalau anak satu ini bingung gimana caranya naikin berat badan ._. Punya patjar LDR Jogja Solo yang sering banget kita godain. Pokoknya pacarnya dia adalah pacar kita bersama *ora ding wik, ojo nangis*. Sama-sama bernama panggilan Tiwi dengan orang diatasnya jadi sering sama-sama mengo kalau dipanggil. Anak rajin juga lah pokoknya ngeri banget. Paling gampang terharu. Paling sering pulang kampung ke solo soalnya udah ditunggu pacar, eh keluarga juga ding.

11. Rizky Putri Armandani
Andani, Andandong. Anak Salatiga yang bangga sekali dengan hawa salatiga-nya. Berbadan agak sedikit bulat juga hahaha, gak papa Ndan kita samaan kok :') Punya entah pacar entah hts entah teman dekat entah teman tapi mesra entah apapun itu yang sebenernya satu fakultas tapi sampai sekarang aku gak pernah tau yang mana orangnya. Setiap UAS semua sosmed nya di uninstall dari tab nya, ntar kalau udah selesai langsung install lagi. Bully-able banget lah pokoknya tapi oke juga kalau urusan dunia perkuliahan dan perbasketan :))

12. Pramesti Prihutami
Anak solo yang sering balik juga *dasarnya anak solo emang pada sering balik ke kampung*. Ini anak udahlah rajinnya gak ketulungan. Hampir semua kalau mau fotokopi catetan pasti kepikirannya catetannya dia, gimana enggak orang omongan dosen yang sebenernya gak ada sangkut pautnya sama kuliah aja ditulis di catetannya dia ._. Ini juga manusia superb yang sampe sekarang IPK nya mash nilai sempruna. Saluut, saluuut.

13. Azizah Nur Istiadzah
Ya gitu lah, pokoknya gitu.

Kenapa harus dinamai Goyang Oplosan?
Gak ada yang mengharuskan sih, nama itu tiba-tiba terucap aja jadi kebiasaan pakai nama itu.

Emang mereka siapa sih?
Hanya sekumpulan ciwi-ciwi yang sedang berjuang dengan asam manis pahit asin nya kuliah di Tekim.

Terus arti penting mereka?
Adanya mereka bikin aku semakin semangat aja. Walaupun suka sering dibikin jengkel dan sering diejekin tapi itu jadi bumbu-bumbu yang bikin kuliah di tekim jadi gak flat-flat banget gitu.

Ucapan lain untuk mereka?
Terimakasih ya ciwi-ciwi ku udah jadi yang terdekat selama aku kuliah, udah bikin aku semakin setrong untuk menjalani kuliah di tempat ini. Kalian juga menjadi salah satu alasan aku masih tetap bertahan di tekim walaupun suka sering tiba-tiba gak kuat tapi kalian menguatkanku.

Harapan?
Semoga kita bisa tetep kayak gini terus sampai besok-besok lulus, kerja, nikah, dan punya kehidupan masing-masing. Semoga tidak ada yang melupakan dan dilupakan. Karena aku sayang kalian :)

Wednesday, November 26, 2014

Jangan

Jangan tuntut aku untuk memerhatikanmu!
Karena arah pandanganku akan selalu mengarah kepadamu.

Jangan tuntut aku untuk mengertimu!
Karena aku tahu mengertimu bukan hal yang sulit untukku.

Jangan tuntut aku untuk berada disampingmu!
Karena tak ada sejengkal jarak hatiku denganmu.

Jangan tuntut aku untuk selalu ada!
Karena bersamamu, selalu, adalah hal terbaik dalam hidupku.

Jangan tuntut aku untuk mau mendengarmu!
Karena setiap ceritamu sudah menjadi sebagian dariku.

Jangan tuntut aku untuk setia!
Karena itu sudah menjadi kewajibanku.

Jangan tuntut aku untuk mencintaimu!
Karena Tuhan sudah mempertautkan hatiku, kepadamu.

Dear no one...